Cita-Citaku Untuk Bangsa Dan Negara


“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka” –Bung Karno-
Itu adalah penggalan kata yang diteriakkan bung karno, yang mununjukkan kita sebagai sebuah banga haruslah percaya akan kemampuan bangsa kita sendiri. Aku percaya dengan apa yang beliau katakan, kita sebagai bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar. Bangsa ini bukanlah bangsa yang mengemis – ngemis untuk mendapatkan kemerdekaan sebagaimana salah satu bangsa jiran yang sering menyombongkan dirinya kepada kita. Kita lebih baik, dan kita dapat melaju jauh lebih baik daripada hari ini.
Kisah mengenai cita – cita ini bukan hanya sekedar cita – cita milikku, ini adalah cita – cita seorang anak bangsa yang bermimpi menjadikan negaranya makmur, adil, dan sejahtera dengan konsepsi sederhana yang mungkin tidak pernah dibayangkan oleh berbagai macam teori kapitalisme modern yang silih berganti berperang dengan konsep ekonomi lain dalam upaya memperebutkan hegemoni tentag pemikiran ekonomi dunia.
Ini kisah mengenai kekuatan ekonomi bangsa yang maju dan Berdikari (berdiri diatas kaki sendiri), ini sebuah perjalanan bangsa menuju kekuatan ekonomi dunia yang berbasis kepada usaha yang dipikirkan oleh anak bangsa, yaitu Koperasi. Konsepsi ini tidak hanya bercerita mengenai koperasi yang ada di kampung ataupun di desa, tetapi bicara mengenai koperasi yang mendunia. Bagiku, bukanlah sebuah mimpi suatu saat koperasi lebih hebat daripada Samsung, Carrefour, ataupun perusahaan asing lain.
Aku bermimpi koperasi indonesia menjadi salah satu brand terkenal dunia dengan berbagai macam produknya, tidak hanya elektronik tetapi juga produk industri lain berharga murah yang dapat diimpor ke seluruh dunia yang bermerek koperasi. Hal ini dapat terlaksana dengan baik dengan memajukan setiap potensi yang dimiliki setiap anak bangsa, poten anak SMK dapat dimanfaatkan dalam membuat berbagai macam alat elektronik yang nantinya akan dipasarkan oleh Koperasi di berbagai belahan dunia.
Konkritnya, ini adalah cita-citaku untuk menjadi Pemimpin bangsa ini yan akan berusah memajukan ekonomi bangsaku menjadi tidak hanya sekedar macan ekonomi Asia, tetapi juga menjadi macan Ekonomi dunia yang berprinsip pada kemandirian bangsa. Pada akhir kisah ini, aku akan memberikan sepenggal bait puisi Chairil Anwar :
Luka dan Bisa kubawa berlari
Berlari, hingga hilang pedih perih.
Aku masih mau hidup SERIBU TAHUN LAGI !!!
Bermandirilah Bangsaku, demi terjaminnya kehidupan hingga seribu tahun lagi. 
Diberdayakan oleh Blogger.