SENIOR??? Bagaimana Sikap Senior Yang Benar?

Senior?
Apa sih senior itu?















OK...
Senior adalah seseorang yang bekerja mengontrol seorang junior, bisa dikatakan senior adalah seorang pemimpin dimanapun kedudukan dan pangkatnya. Dalam hal ini seorang senior harus memiliki jiwa yang solid, tegas, tangguh, berani, cerdik, cerdas, dermawan, sabar, jujur, bertanggung jawab, dan berani membuat keputusan.

Seorang senior memang harus memiliki naluri mengabil dan membuat keputusan yang bijak. Tentu saja mereka harus memberi keputusan dalam segala hal walau dalam skala kecil sekalipun sehingga seorang senior sudah kebal terhadap tekanan dan amat intuitif  dalam proses pengambilan keputusan yang paling penting dan strategis. Seorang senior selalu saja mengandalkan firasat dalam mengambl keputusan yang sulit dalam waktu cepat.

Tiga tahun yang lalu, aku resmi menjadi seorang senior Pramuka setelah menjalani masa masa pelantikan yang keras selama satu tahun. Kujalani hari hari sebagai sebuah kenikmatan, ikut membantu melatih para junior, memberikan edukasi tentang moral dan mental serta materi pramuka. Berangkat pada saat waktu yang ditentukan dan pulang sesuka hati senior lainnya. Berangkat lagi, dan baru kembali saat sore menjelang. Begitu mengasyikkan sampai-sampai rencana untuk tinggal beberapa hari atau minggu berubah menjadi bulanan, tanpa terasa.


Hanya, setelah beberapa minggu berlalu. Ada satu rasa yang tak biasa. Yang tak pernah ku jumpai sebelumnya. Ada pemandangan yang janggal. Yang juga tak pernah ku lihat sebelumnya. Maklum, tempat ini bukanlah tempat permanen, dimana setiap orang akan tinggal untuk waktu yang lama. Tempat ini layaknya tempat persinggahan sementara, dimana setiap orang akan tinggal untuk belajar, tentang apapun itu, terutama menjalani dunia pengajaran. Maka, amatlah sangat maklum jika para pengajar di tempat ini pun sering mengalami pergantian. Dan, masa ini adalah masa dimana banyak sekali pengajar-pengajar muda yang masuk. Hal inilah yang membuat suasana terasa tak biasa. Rupanya seperti ini rasanya menjadi senior, namun suatu hari dimana aku ada kesempatan untuk bergabung dalam sebuah diskusi bersama junior-junior, disitulah aku baru merasakan rasanya harus bertanggung jawab dan berdiri paling depan dalam menentukan sebuah keputusan. Dulu, aku adalah seorang junior yang mengharapkan dan menunggu sebuah keputusan, dan kali ini akulah yang harus memberinya kepada juniorku.

Sebagai seorang senior, aku harus memiliki sikap yang benar-benar mencerminkan "AKU LAH YANG MEMIMPIN", harus benar benar merubah tutur sikap dan kata. Sistemku memimpin dan mengayomi junior adalah dengan berbaur dengan mereka, tidak bersikap diskriminatif, dan menjadikan teman dalam menjaga nama baik Gugus Depan.

Belum pernah berbekal ijasah pengajaran, aku harus berani berdiri didepan mereka yang terkadang jauh lebih tua untuk mengajar dan menyampaikan materi. Potensi yang terpendam didalam sosok ini sangatlah mencengangkan. Semua manusia muda sebeliaku harus memiliki sikap ini . Hanya, sebagai sosok muda yang tampaknya masih berusaha menjadi identitas diri.

Namun, untuk menjadi seorang senior harus punya jiwa lebih yang melengkap sikap yang dikatakan sebelumnya. Salah satunya adalah berani untuk membuat orang lain untuk berterus terang. Kita sering melihat seorang senior yang terasa seram, karena pangkat dan kedudukannya yang berada diatas kita. Nah, seorang senior yang baik harus mengalihkan perhatian terhadap diri mereka, dan mendorong junior untuk ikut menyuarakan pendapat.

Seorang senior adalah pemimpin, dan pemimpin bukanlah bos yang suka mengatur dan membentak jika memiliki masalah. Tetapi, pemimpin adalah seseorang yang menenangkan junior dan ikut membantu dalam mengatasi masalah tersebut. Disaat seorang bos mengatakan "AKU', pemimpin selalu mengatakn kita. Tidak mengandalkan kekuasaan tetapi mengandalkan kerjasama.

Jadi, senior dan junior hanyalah masalah waktu. Mereka yang senior kebetulan memiliki kesempatan lebih dulu untuk terjun. Sementara mereka yang junior secara kebetulan datang belakangan. Satu hal yang cukup penting disini adalah bahwa tak selamanya mereka yang senior menjadi sosok yang serba benar. Ada saat dimana mereka juga melakukan kesalahan dan kekhilafan. Sama halnya dengan mereka yang junior. Tak selamanya pula mereka selalu melakukan kesalahan. Bahkan, tak jarang mereka yang junior memiliki pemikiran yang lebih progressif yang tak pernah terfikir sebelumnya oleh mereka yang senior. Oleh karenanya, amatlah sangat baik jika kedua sosok ini bersatu. Mereka yang senior menjadi pembimbing dan pendamping dari yang junior, apapun kondisi dari juniornya. Inilah bentuk tanggungjawab yang memang harus di embang oleh mereka yang disemati, atau menyematkan diri, label senior. Bukan sebaliknya, berperilaku mentang-mentang dengan gaya tak pernah salah. Maka satu hal lagi yang juga tak kalah penting adalah saling menanggalkan egoisme diri. Berkomunikasi dan berinterasi dari hati ke hati, dalam suasana persabatan dan pertemanan.
Diberdayakan oleh Blogger.