Melestarikan Lingkungan Hidup Di Aceh Timur


Berbicara mengenai lingkungan hidup. Apa itu lingkungan hidup? Lingkungan hidup adalah semua benda, daya dan kondisi yang terdapat dalam suatu tempat atau ruang tempat manusia atau makhluk hidup berada dan dapat mempengaruhi hidupnya.
Masalah lingkungan hidup yang dihadapi dewasa ini pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. Manusia itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Jika hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya berdampak kepada tergantungnya kesejahteraan manusia itu sendiri.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengupayakan dan melestarikan lingkungan dalam rangka menciptakan hidup yang serasi antara alam dan makhluk hidup. Kesadaran lingkungan bukan hanya suatu komitmen untuk generasi yang akan datangyang dilaksanakan oleh pihak yang berwenang, tetapi juga sebuah tanggung jawab bersama para pemuda untuk ikut serta menjaganya walau dengan sebuah tindakan yang kecil sekalipun, agar terciptanya lingkungan yang asri dan damai.

Konsep ini sempat saya tegaskan dalam presentasi pada saat perhelatan pemilihan Duta Lingkungan Aceh Timur 2015 dan Alhamdulillah berkat konsep ini membawa saya menjadi seorang The Runner-Up I. Berikut adalah artikelnya, cekidot....!












 KENDALA PEMBERANTASAN SAMPAH

Program Peduli Lingkungan, yaitu program pengelolaan lingkungan secara benar dan bermanfaat  sehingga dapat dinikmati secara terus menerus tanpa merusak keadaannya, turut menjaga dan melestarikan sehingga ada manfaat yang berkesinambungan.

Mengingat masyarakat adalah unsur yang menikmati langsung kondisi lingkungan, saya mengajak masayarakat untuk menjadi media kontrol secara langsung terhadap lingkungannya dan berperan aktif untuk peka terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan dengan menanamkan pengertian “Membangun bukan berarti harus merusak”

Sampah merupakan salah satu dari sebagian besar kendala peduli akan lingkungan terutama di kota Peureulak. Saya melirik bahwa kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat terlalu minim baik itu di rumah, sekolah, kantor, dan tempat umum. Bahkan tempat sampah itu sendiri seakan hanya sebuah nama dan sebuah icon tanpa ada manfaat dan penggunaanya untuk para masyarakat menempatkan sampah supaya tidak terjadi pencemaran jika disalah buangkan.

 (Ini hanya sebagian contoh kecil dari tempat sampah di kota Peureulak yang keadaanya sangat memprihatinkan, dimana keadaan tempat sampah itu sendiri bisa dikatakan tidak layak pakai untuk tempat pembuangan karena sebagian daripada sudut ruang tempat sampah yang rusak akibat ulah masyarakat yang nakal.)


           
Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi "PR" besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.
Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.
Lalu apakah anda tahu bahaya apa saja yang disebabkan kantong plastik bagi lingkungan hidup?Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.
Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banji
r. Seperti yang dialami oleh kota peureulak pada akhir tahun 2014 dan awal tahun 2015 yang disambut dengan naiknya air ke pemukiman warga sebagai salah satu fenomena alam berupa banjir akibat penumpukan sampah yang berlebihan dan kondisi alam yang tidak mendukung.




UPAYA PENGOLAHAN SAMPAH

Ada sebagian hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat Peureulak dan Aceh Timur terutama para siswa siswi untuk memberantas sampah dengan cara yang fun. Maka dari itu saya mengajak kepada rakan-rakan semua untuk memahami cara yang dinamakan dengan Diet Kantong Plastik dan Bank Sampah yang mudah dilakukan terutama oleh para pelajar disekolah.

Ø  DIET KANTONG PLASTIK
Gerakan diet kantong plastik sebenarnya sudah 2 tahun berjalan dan direalisasikan di Indonesia. Gerakan ini juga merupakan aksi yang bertaraf Nasional, tetapi menurut pandangan saya untuk kegiatan ini masih belum berjalan aksinya di Kabupaten Aceh Timur. Oleh karena itu saya ingin memperkenalka kepada masyarakat untuk lebih mengerti akan pentingnya aksi diet kantong plastik ini. Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik adalah gerakan nasional yang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik. Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik terbentuk di awal 2013, oleh sekumpulan lembaga yang sebenarnya sudah lama bergerak di isu kampanye pengurangan penggunaan kantong plastik. Dengan tujuan besar yang sama, masing-masing lembaga berkomitmen untuk bersama-sama membuat working group skala nasional untuk  memperbesar dampak tujuan yang dicita-citakan bersama, yang tidak lepas dari bantuan seluruh pihak pemangku kepentingan.

            Aksi ini nantinya akan mendorong kebijakan yang berupaya untuk mengajak masyarakat dan para siswa siswi untuk dapat semakin bijak dalam menggunakan kantong plastik. Mempunyai sistem yang berkolaborasi dan berkomitmen dengan banyak orang yang nantinya ikut serta dalam mengampanyekan guna mengurangi dan membatasi juga membrantas sampah plastik yang berlebihan.



Ø BANK SAMPAH
Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah terutama sampah plastik. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan  atau bahkan pihak sekolah. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank. Istilahnya kita juga menabung uang di BANK SAMPAH, karena hasil penyetoran nantinya akan membuat kita mempunyai penghasilan sendiri atau penghasilan secara bersama dari pihak sekolah yang nantinya akan berguna seperti untuk membeli sapu, keranjang sampah, dan lain sebagainya yang bisa digunakan di dalam kelas belajar.
Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah di Indonesia. Tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis.

( Contoh BANK SAMPAH )
           
            Dengan cara ini tentu saja akan disambut baik oleh pihak sekolah-sekolah dan di pemukiman masyarakat karena selain menguntungkan juga mudah dalam pengelolaannya.


Jadi, kesimpulannya yaitu Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan, atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat,cair,gas, atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.

Jadi, dengan cara yang telah saya kemukakan tersebut akan membawa dampak yan psitive dalam pengelolaan sampah di Aceh Timur dengan caranya yang tidak merepotkan dan mudah dilkukan. Melalui kesadaran kita sendirilah untuk mengajak orang lain ikut mempedulikan sampah di  lingkungan sekitar agar terciptanya hidup yang sehat.

Pendidikan mengenai sampah dan penanganannya mesti diajarkan sejak dini. Anak-anak dilatih mengenali sampah organik, daur ulang, sampah kimia dan dilatih membuang sampah pada tempatnya. Setiap keluarga diajarkan membuang sampah rumah tangga secara terpisah. Sampah organik mesti dikelola dalam rumah tangga sendiri sebagai kompos. Pemisahan sampah itu penting. Sampah daur ulang seperti barang-barang bekas berupa plastik, tas kresek, majalah, koran, dapat dicuci dan dijual atau dikembalikan pada perusahaan itu sendiri. Daur ulang adalah solusi bermanfaat. Para pelajar, Anggota Pramuka, pecinta alam, kelompok pemuda agar dikerahkan untuk turut belajar mengelola sampah

Diberdayakan oleh Blogger.